(kutipan berita)
INILAH.COM, Jakarta – Lenny Agustin punya cara unik untuk mengungkapkan kepeduliannya terhadap lingkungan. Yakni dengan menciptakan busana ramah lingkungan dari serat singkong. Busana rancangannya ini mampu terurai di dalam tanah selama dua minggu.
Desainer muda yang satu ini memang dikenal dengan rancangan uniknya. Tidak hanya itu saja, Lenny juga dikenal kreatif memanfaatkan `sesuatu` untuk dijadikan busana. Mulai dari tali, rajutan hingga yang terakhir dari bahan serat singkong yang diolah menjadi tepung.
Kali ini untuk memeriahkan perhelatan Fashion Tendance 2010 yang kebetulan bekerja sama dengan WWF, Lenny menciptakan busana khusus ramah lingkungan untuk dijadikan ikon dan wujud kepedulian para desainer terhadap lingkungan.
“Busana serat singkong ini hanya ikon bahwa dunia fesyen dan alam bisa bekerja sama. Jika memungkinkan ke depannya, mungkin akan dibuat busana yang siap pakai dan siap jual,” kata Lenny Agustin kepada INILAH.COM.
Proses pembuatan busana serat singkong ini menurut Lenny, tidak jauh berbeda dengan proses pembuatan kertas daur ulang.
“Bahan yang digunakan sama persis seperti membuat kertas daur ulang, hanya saja di sini bubur tapioka yang digunakan. Diolah dengan campuran kimia yang ramah lingkungan untuk dibuat menjadi lembaran-lebaran yang dapat dibuat menjadi patron,” jelas Lenny.
Ide pembuatan busana ini diambil dari Shopping bag yang kebetulan memakai bahan yang sama. Dari shopping bag ini, Lenny mencoba mendesain bahan yang mirip plastik ini menjadi sebuah busana yang siap pakai.
“Awalnya agak sulit mendesain busananya. karena harus hati-hati, dan gampang robek. Tetapi setelah mengalami beberapa kali modifikasi, akhirnya tahu juga cara emmbuat busana yang siap pakai dari bahan ini. Saya kerjakan semuanya dalam waktu 2 minggu,” lanjut Lenny menjelaskan.
Diakui oleh Lenny, diperlukan penanganan yang ekstra hati-hati untuk perawatan busana ’singkong’ ini. Mengingat bahannya mudah hancur. Tapi, busana ini sendiri mampu bertahan selama satu tahun tanpa cuci. Setelah pakai cukup di angin-anginkan dan dibersihkan dengan lap basah.
Tertarik untuk memilikinya? Lihat rancangannya dalam Jakarta Fashion Week 2009 mendatang.
Filed under: Jakarta Fashion Week | Tagged: artikel JFW 09/10, JFW 09/10, jJFW 09/10













