Jawara Bebek Telaris di Resto Bebek Kaleyo

Posted on Updated on

der4

Menemukan panganan bebek di sepanjang Rawa Buntu, Serpong bukan perkara sulit. Sejauh kaki melangkah, makanan dalam berbagai sajian itu banyak ditemui. Saya sendiri sampai bingung mana yang akan dipilih.

Awal Maret ini saya diundang salah satu restoran ternama untuk mencoba rasa dan suasana dalam acara yang bertajuk RE-OPENING BEBEK KALEYO 5 BSD”.

Bebek Kaleyo. Itulah nama restoran yang saya datangi hari ini. Lokasinya di jalan Rawa Buntu 17, BSD, Tangerang. Ah, tidak jauh dari lokasi stasiun kereta Rawa Buntu.

Papan nama merah bertuliskan “Bebek Kaleyo”, yang cukup eye-catching, menyambut kedatangan saya siang ini. Seluruh waiter menyambut kedatangan saya dengan meriah.

“Selamat datang”, sapa seorang waitress dan langsung membimbing saya menunjukkan konsep baru yang serba prasmanan.

der2

Bila diperhatikan, interior restoran ini didominasi bahan dasar kayu. Dindingnya merupakan bata merah dilapisi cat berwarna cokalt dan oranye, sementara langit-langitnya tersusun atas baja ringan dan asbes yang cukup membuat suasana dingin.

Pernak-perniknya sederhana, hanya ada beberapa gambar menu bebek di sudut-sudut ruangan. Ruangan retoran bebek Kaleyo cukup besar untuk menampung di atas 100 orang.

Tempat duduk yang disediakan juga tidak kalah sederhana, meja dan kursi kayu jati tanpa senderan dengan kapasitas empat hingga enam orang ditata rapi. Tempat duduk ini di design khusus penggemar makan. Menurut Hendriyanto Wibowo General Manager Restoran Bebek Kaleyo BSD, pemilihan tempat duduk disesuaikan dengan karakter orang indonesia yang tidak suka mengobrol lama-lama.

Di Indonesia kebiasaan makan bebek cepat/lambat jadi habis makan langsung pergi. Ujar saat membuka acara Re Opening Bebek Kaleyo Cabang ke lima dari empat belas dan terletak di area yang mudah digapai dari manapun.

Di Siang hari, Restoran ini tak banyak memakai lampu penerangan. Ruangan panjang ini mengandalkan cahaya matahari yang menerangi dari sisi ruangan yang dibiarkan terbuka.

Tak aneh jika ruangan ini minim penyejuk udara. Tapi, tenang sirkulasi udara yang bagus membuat restoran ini tetap membuat para tamu betah duduk berlama-lama.

der5

Begitu menuju meja prasmanan, waiter langsung meletakkan baki dan menunjukkan makanan yang bisa dipilih.

Bebek Goreng (Rp. 22.500) bebek Cabe Ijo (Rp. 22.500) Bebek Bakar (Rp. 22.500) hingga bebek Cetar (Rp. 23.000). Jika anda penyuka ayam, tersedia Ayam Goreng Kremes (Rp. 13.000) hingga ayam Cetar (Rp.15.000). Semua paket sudah dilengkapi nasi dan lalapan serta sambel khas Bebek Kaleyo yang menggoda.

Rupanya restoran bebek Kaleyo di BSD ini merupakan salah satu cabang resmi ke lima dari empat belas cabang. Selain di kota Tangerang, cabang Bebek Kaleyo berdiri di beberapa kota lain di Indonesia.

Berbeda dengan kota lain, cabang BSD ini mempunyai konsep prasmanan. Konsep prasmanan baru diterapkan di cabang Bandung.

Setelah asyik melihat makanan yang tersedia, saya dan keluarga memutuskan memesan bebek goreng, Bebek sambel Ijo dan Bebek bakar. Semua serba Rp. 22.500 dan bisa memilih antara nasi uduk, nasi biasa atau nasi merah.

Kami juga memesan Dim Sum (Rp. 14.000) , Tahu Tempe (Rp. 2.000) sedangkan untuk minumannya saya memesan jus stamina (Rp. 15.000) dan Jus Terong Belanda (Rp.12.000).

der1

Tempat duduk yang sebelumnya kosong sewaktu saya tiba mulai dipadati pengunjung yang berasal dari macam kalangan dan usia. Kebanyakan dari meraka merupakan keluarga yang hendak menunaikan makan siang.

Tak perlu menunggu terlalu lama, menu pesanan kami satu persatu mulai dihidangkan. Tiga porsi Bebek besar pesanan saya terlihat begitu menggoda.

Bebek goreng kremes menjadi santapan pertama. Di dalam piring yang diwadahi lembaran daun pisang terdapat potongan bebek berukuran sedang, potongan lalapan timun dan kemangi serta taburan remahan kremes.

Satu suapan yang saya cicipi begitu membuat saya ketagihan, bumbu dan rasa terasa sangat pas.

Aroma bebek khas tercium namun tidak amis. Tekstur daging bebek yang empuk serta sambal khas Bebek kaleyo yang terasa agak pedas ini bercampur dengan nasi super pulen, berpadu dengan sangat harmonis. Semua orang tak berhenti memujinya.

Bebek Cabe ijo juga tak kalah menggoda. Rasa pedas khas Cabe Ijo terasa pas tidak terlalu pedas. Sekilas ada rasa pedas nyentrik di dalam dagingnya. Bebek Bakar, dagingnya terasa lebih empuk.

Dari segi rasa, tidak ada perbedaan mencolok dari ketiga bebek yang saya pesan ini, semua gurih dan enak. Namun ketika dinikmati, saya lebih menyukai Bebek Goreng Kremes karena terasa lebih pas dari segi rasa dan tekstur.

Hidangan terakhir yang saya nikmati adalah Dim Sum. Terdiri empat potong dalam setiap porsinya. Bisa dinikmati bersama dengan saus yang ada.

der3Falsafah Kaleyo yakni dari bahasa jawa. Kata kale atau dua dan ayo atau mengajak kembali untuk datang. Pengalaman indah akan rasa bebek yang enak, terjangkau dan nyaman mengajak para pelanggan atau pembelinya datang lagi untuk yang kedua bahkan berulang kali.

Setiap rasa khas ini bisa dinikmati di setiap cabang restoran. Untungnya, ada layanan take away.

Hmm, sluruuup.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s